Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk mengelola aset eks Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, mendapat ‘lampu hijau’ dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar. Mustafa mengungkapkan, gagasan pemprov tersebut dianggap bisa mengembangkan potensi dunia penerbangan di Sulsel serta dapat memuluskan bandara di Kota Makassar di dunia internasional. ”Untuk menyatukan bandara lama dan bandara yang baru, saya pikir itu cukup luar biasa,” katanya kemarin. Pengembangan seperti ini, lanjut dia, juga pernah dilakukan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, belum lama ini.Menurut Mustafa, bandara tersebut dijadikan tiga runway sehingga bisa meningkatkan jumlah penerbangan domestik maupun internasional. Selain itu, pengembangan eks lahan Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar ini juga bisa mengalihkan jumlah penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta,yang selama ini sudah sangat padat melampaui batas. ”Apabila Sulsel bisa mengembangkan bandara tersebut, otomatis akan bisa mengurangi kelebihan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
Sekarang ini di Jakarta sudah melampaui 50 juta penumpang,” ujar mantan Direktur Utama Perum Bulog ini. Persetujuan Mustafa Abubakar ini dilontarkan kepada wartawan seusai mengikuti ekspose Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengenai Pabrik Gula Camming, Arasoe, serta rencana pengembangan bandara lama di Rujab Gubernur,pagi kemarin.
Belum lama ini, Syahrul berencana mengambil alih pengelolaan aset eks Bandara Sultan Hasanuddin yang selama ini terkesan ditelantarkan sejak diresmikannya bandara baru pada tahun 2008 lalu. Selain itu, sekarang ini frekuensi penerbangan di Makassar terus meningkat. Olehnya itu, kata dia, sayang sekali jika eks bandara tersebut dibiarkan tidak berjalan. Meski demikian,lanjut Mustafa, harus dipikirkan konsep penerbangan apa yang sebenarnya untuk mengembangkan bandara lama tersebut dan harus sesuai dengan Undang-Undang Penerbangan.”
Nanti kita cari pola yang tepat kalau sudah ada tawaran dari Pak Gubernur.Mari kita bantu,” pungkasnya. Sementara itu, dalam pertemuan yang berlangsung 60 menit itu,Gubernur Sulsel mengaku,sekarang ini Bandara Internasional Changi Singapura (Changi Airport) sudah siap melakukan kerjasama dengan Pemprov Sulsel untuk mengembangkan penerbangan Asia Tenggara.
Menurut Syahrul, jika dirinya sudah mendapat izin dari pemerintah pusat, maka Pemprov Sulsel siap membangun sejumlah fasilitas untuk mengembangkan bandara lama yang cenderung ‘diam’ sejak beberapa tahun terakhir. Beberapa diantaranya proyek yang akan dibangun di bandara lama itu diantaranya pembangunan air cargo, hanggar pesawat, packing center, tours center. ”Dengan dibangunnya cargo center ini, maka semua ekspor ikan kita ke Amerika akan dipusatkan di sini.
Kami juga sudah membangun MoU untuk itu,” kata Syahrul kemarin. Untuk dukungan ‘penyulapan’ bandara lama tersebut, pemprov juga berencana untuk membangun pusat perbelanjaan (mal) serta hotel dengan skala besar. Tahun 2012 mendatang, Bandara Hasanuddin diharapkan bisa menjalin lintas penerbangan dan pelabuhan terbuka untuk sejumlah negara di dunia. ”Saya siap diberi tanggungjawab.Kasih saya waktu tiga tahun untuk mengembangkannya.
Changi Airport juga sudah siap mendukung kita,” aku mantan Bupati Gowa dua periode tersebut. Dengan dihubungkannya bandara lama dan baru itu,kata Syahrul, bisa menguntungkan Sulsel sebagai Centre Point of Indonesia dan akan memuluskan rencana Kota Makassar sebagai ibu kota nasional. Terpisah, Manager Personalia dan Umum Angkasa Pura I Cabang Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Kintoron, yang dihubungi, enggan menanggapi rencana Pemprov Sulsel tersebut untuk mengembangkan bandara lama.
”Kami menunggu kajian tim kantor pusat,”singkatnya kemarin. Sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulsel Irman Yasin Limpo menyebutkan, saat ini sudah ada beberapa maskapai penerbangan yang meminta agar bandara lama tersebut dijadikan sebagai homebase-nya. Beberapa diantaranya Garuda Indonesia, Lion Airline,serta Merpati Nusantara Airlines.
Menurut Irman,bandara lama itu memang sangat strategis karena telah dilengkapi dengan fasilitas pendukung penerbangan sehingga kedepannya, sangat memiliki peluang untuk mengalami perkembangan. ”Kita sangat mau mengelolanya.Tetapi harus tunggu izin dari pusat dulu,” katanya belum lama ini. (wahyudi) Kita tunggu saja pada tahun 2012. Apakah rencana ini akan terealisasi atau pun hanya rencana belaka tanpa suatu tindakan.......?? Kita tunggu saja nanti....:D
Sumber : http://bahasa.makassarkota.go.id/index.php/transportasi-dan-jasa/350-bandara-hasanuddin-segera-miliki-hotel-




0 comments:
Post a Comment